sahabat adalah insan yang membuatmu lebih berarti

Masya Allah...Kebakaran Besar Landa Pijay


Kamis, 9 Agustus 2012 09:22 WIB

09082012foto.13_.jpg
SERAMBI/ABDULLAH GANI
Sebanyak 19 unit rumah di Desa Teungoh Panteraja, Pijay, Rabu (8/8) hangus dilalap api. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

* Di Bireuen, Tiga Ruko Hangus

MEUREUDU - Gampong Teungoh Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Rabu (8/8) siang berubah layaknya lautan api yang berkobar dan menghanguskan 22 rumah milik warga setempat. Sedangkan di Bireuen,  tiga toko lantai dua di Jalan Cut Nyak Dhien, juga ludes dimangsa si jago merah menjelang buka puasa, kemarin.

Dari Pijay dilaporkan, kebakaran besar yang menghanguskan 22 rumah tersebut terjadi menjelang shalat zuhur atau sekitar pukul 12.30 WIB. Tak ada korban jiwa namun hampir seluruh harta benda milik korban tak bisa diselamatkan.


Sumber api masih simpang siur. Namun kebakaran itu terjadi di tengah suhu panas disertai angin yang agak kencang. Akibatnya, api dengan leluasa melalap satu per satu bangunan. Ratusan warga yang berusaha melawan kobaran api tak membuahkan hasil.

Tujuh unit mobil pemadam kebakaran, yaitu empat dari Pijay dan tiga dari Pidie yang tiba di lokasi sekitar setengah jam setelah api berkobar juga tak mampu menjinakkan si jago merah. Bala bantuan juga datang dari kalangan pemuda bersama relawan PMI, Tagana, dan aparat TNI/Polri.

Untung saja, sumber air untuk memadamkan api berada di saluran yang tidak jauh dari lokasi kebakaran sehingga mobil pemadam lebih mudah memberikan bantuan. Saat musibah itu terjadi, beberapa anggota DPRK Pijay, di antaranya Ir Muhammad Bentara, Ramli SH, dan Syarbaini ikut berbaur dengan warga.

Tak lama kemudian, Bupati Pijay, Gade Salam bersama para asisten dan sejumlah kepala SKPK juga berada di lokasi. “Meskipun masih dalam kondisi kurang sehat, namun saya terpanggil untuk datang melihat kondisi masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Gade Salam yang terlihat masih lemas sekembali dari berobat ke Penang, Malaysia.

Amuk api di Gampong Teungoh Panteraja baru berhasil dikuasai menjelang ashar atau setelah kurang lebih tiga jam kemudian. Berdasarkan pendataan, ada 22 rumah yang hangus dari berbagai type dan konstruksi. Selain rumah Aceh, juga banyak rumah panggung, semipermanen, kopel, dan juga permanen.

Imum Mukim Panteraja Timu, Bukhari kepada Serambi menyatakan dukacita mendalam atas musibah yang menimpa warganya dan dia berharap para korban bisa menghadapi dengan tabah dan tawakkal.

“Pemkab Pijay langsung menyalurkan bantuan masa panik berupa satu ton beras dan kebutuhan darurat lainnya. Bantuan itu diserahkan Bupati Pijay, Gade Salam,” kata Bukhari.

Pada Rabu kemarin, kebakaran juga terjadi di Bireuen menghanguskan tiga ruko lantai dua di Jalan Cut Nyak Dhien (Jalan Jati). Musibah itu terjadi menjelang buka puasa yang diduga akibat konsleting listrik dari salah satu bangunan.

Keterangan yang dihimpun Serambi di lokasi kejadian menyebutkan, tiga ruko yang ludes terbakar itu masing-masing Toko Emas Tiara milik Syukran (38), dan dua toko kelontongan dan rempah-rempah masing-masing milik Tgk Man alias Acut (45) dan Bangdin (50).

Saat musibah terjadi, warga yang berada di sekitar kejadian berhamburan ke lokasi memberikan bantuan. Pemilik toko terlihat histeris sambil menyelamatkan barang-barang milik mereka. Enam unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tim pemadam berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.30 WIB setelah memblokir si jago merah sehingga belasan ruko lainnya yang berada satu deretan bisa diselamatkan.(ag/c38)

Korban Kebakaran Pindah ke Sawah

DIPERKIRAKAN tidak kurang ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang menghanguskan 22 rumah di Gampong Teungoh Panteraja, Rabu (8/8) siang. Para korban mendadak menjadi orang-orang yang tak berdaya sehingga bantuan dari pemerintah maupun dermawan menjadi salah satu solusi untuk mengangkat kembali mereka dari jurang yang sangat menyedihkan.

Imum Mukim Panteraja Timu, Bukhari menceritakan, pascakebakaran besar itu, hampir semua korban harus hidup di bawah tenda darurat yang dibangun di lahan persawahan tak jauh dari lokasi perumahan yang musnah terbakar. Di tenda itulah, entah sampai kapan, mereka akan merenungi nasib sambil melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri yang semakin dekat.(ag)

Editor : bakri

0 coment:

Poskan Komentar

Berikan Pendapat atau Argumen Anda...!!!