sahabat adalah insan yang membuatmu lebih berarti
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Pantun Nasihat


Pengembara

 

Terabaikan kesetiaan semu.
Menuai benih bukannya buah.
Terlantar di tepian belantara senja.
Terbuang dalam samudra tanpa tepi.

Patah dan tak pernah tumbuh.
Retak yang tak tersambung.
Hampa ku tek terisi.
Menanti fajar tuk menggapai sang surya.

Liku terjal perjalananku.
Berada diantara jurang takdir.
Aral melintang dihadapan.
Kapan kan kuakhiri kelanaku.

Pinjamkan Aq Sayap

Ingin aku terbang ke angkasa.
Merengkuh rembulan malam nan jelita.
Mungkin ingin ini kan tetap sekedar ingin.
Karena aku tak memiliki sepasang sayap.

Sanggupkah aku tuk merasai lembut nya awan.
Seperti burung yang menari nari membelah sang bayu.
Menjemput keindahan karunia sang Pencipta.
Bebas lepas mengarungi kolong langit tak berbatas.

Pinjami aku sayap indah mu.
Ku ingin terbang dan bebas dari galau hati.
Mengejar matahari dan membakar diri.
Semua aral yang akan ku pungkiri.

Ruang Hatee

Pernahkah kau bertanya seberapa besar ruang di hatimu?
Sebesar debu atau cakrawala?
Ruang itu selalu tampak cerah memang
Tapi apa terlihat ada bercak debu yang kadang berserakan?
Mmmm…ruangan yang entah kenapa tak mampu berbohong
Terkadang mungkin kau ingin berteriak di dalamnya
Ingin bernyanyi
Kau juga bisa menangis terseduh
Dan tertawa lepas bagai seorang bocah
Ruangan itu akan selalu ada
Entah untukmu atau untuk seseorang yang kelak menghuninya
Tapi pastikan akan selalu bersih dari debu yang mengotori
Agar ketika nanti ada kehidupan kau akan menikmatinya dengan nyaman
Tentu saja di ruang hati ini, dimana lagi?

"Hari Ini Mendung"

Apa yang engkau rasa hari ini
Ketika awan mendung menyapu bumi
Ketika rintik hujan membasahi tanah
dan semilir angin dingin menusuk kulit
Mungkinkah suasana mendung itu menambah mendung di hatimu?
Mendung hati memaknai hidup lebih terjal
ketika sang kekasih hati terlihat samar di kejauhan
ketika sang sahabat terlihat kabur dipelupuk mata
dan ketika orang-orang tersayang tak dapat terjangkau

"semusim berganti"

 
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
****************************************
awan yg smula dibinar ultra dalam pindai mentari
menyilau sang penatap dalam decak kkaguman
terpajang diantara kesima kaki langit yg hampa
menggepul dalam ukiran ilustrasi abstrak


awam yg smula menaungi panas" sang pijar
kini bagai menyapih dalam batasan ambang
kaki langit hanya penyangga bertahan
waktu menghayutkan gumpalan ke batas magrib


awam putih q kemana kini?
q liat pekat dalam gemuruh gempita
kemelut hanya dihibur gerimis
harapan badai lekas berlalu
***************************************
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

AKU

Aku benar-benar sendiri
Terabaikan dan tak ada yang peduli
Apa ini yang dinamakan takdir
Atau ini hanyalah suatu peran yang harus kujalani dan
akan berakhir….
Dengan langkah sigap dan tujuan pasti, kuawali hari
Berharap kesulitan tak menhampiri kutentukan misi
Tapi apa yang terjadi
Aku masuk ke dalam dunia yang sama sekali tak ku
mengerti
Aku hanyalah seorang pemimpi yang selalu lari dari
kenyataan
Tenggelam dalam kerapuhan dan terus larut dalam
kesedihan
Aku hanyalah seorang pecundang yang takut akan rin
tangan dan kekalahan
Yang kini mencoba merangkai mimpi dan harapan

"Malaikat" Berkerudung Hitam

Aku mengambang di langit malam
Menghirup wangi embun sejuk yang dalam
Berteman makaikat kerudung hitam
Kurangkai pinta seputih pualam

Sang "Penyair Gelap"

Hari Ini dan Esok
Hari ini aku dalam tanyamu
menjadi jawab
meski garis finis tak lagi genap separuh langkah
tarungku tak berkalung medali
aku mengevalusai durasi
dalam bingkai masa yang pasti
ternyata banyak mimpi hanya bisik- berisik belaka
karena bangkit yang tertunda mencipta petaka

Aku Ingin Pulang

Setapak demi setapak telah kutempuh
Penuh suka, duka, semangat dan peluh
Kini ku ingin kembali
Meniti hidup bersama orang yang kucintai
Langkah demi langkah telah kupijakkan
Berhias rintangan dan perjuangan