Ingin aku terbang ke angkasa.
Merengkuh rembulan malam nan jelita.
Mungkin ingin ini kan tetap sekedar ingin.
Karena aku tak memiliki sepasang sayap.
Sanggupkah aku tuk merasai lembut nya awan.
Seperti burung yang menari nari membelah sang bayu.
Menjemput keindahan karunia sang Pencipta.
Bebas lepas mengarungi kolong langit tak berbatas.
Pinjami aku sayap indah mu.
Ku ingin terbang dan bebas dari galau hati.
Mengejar matahari dan membakar diri.
Semua aral yang akan ku pungkiri.
Pernahkah kau bertanya seberapa besar ruang di hatimu? Sebesar debu atau cakrawala? Ruang itu selalu tampak cerah memang Tapi apa terlihat ada bercak debu yang kadang berserakan? Mmmm…ruangan yang entah kenapa tak mampu berbohong Terkadang mungkin kau ingin berteriak di dalamnya Ingin bernyanyi Kau juga bisa menangis terseduh Dan tertawa lepas bagai seorang bocah Ruangan itu akan selalu ada Entah untukmu atau untuk seseorang yang kelak menghuninya Tapi pastikan akan selalu bersih dari debu yang mengotori Agar ketika nanti ada kehidupan kau akan menikmatinya dengan nyaman Tentu saja di ruang hati ini, dimana lagi?
Apa yang engkau rasa hari ini
Ketika awan mendung menyapu bumi
Ketika rintik hujan membasahi tanah
dan semilir angin dingin menusuk kulit
Mungkinkah suasana mendung itu menambah mendung di hatimu?
Mendung hati memaknai hidup lebih terjal
ketika sang kekasih hati terlihat samar di kejauhan
ketika sang sahabat terlihat kabur dipelupuk mata
dan ketika orang-orang tersayang tak dapat terjangkau
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
**************************************** awan yg smula dibinar ultra dalam pindai mentari menyilau sang penatap dalam decak kkaguman terpajang diantara kesima kaki langit yg hampa menggepul dalam ukiran ilustrasi abstrak
awam yg smula menaungi panas" sang pijar kini bagai menyapih dalam batasan ambang kaki langit hanya penyangga bertahan waktu menghayutkan gumpalan ke batas magrib
awam putih q kemana kini? q liat pekat dalam gemuruh gempita kemelut hanya dihibur gerimis harapan badai lekas berlalu
***************************************
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku benar-benar sendiri
Terabaikan dan tak ada yang peduli
Apa ini yang dinamakan takdir
Atau ini hanyalah suatu peran yang harus kujalani dan
akan berakhir….
Dengan langkah sigap dan tujuan pasti, kuawali hari
Berharap kesulitan tak menhampiri kutentukan misi
Tapi apa yang terjadi
Aku masuk ke dalam dunia yang sama sekali tak ku
mengerti
Aku hanyalah seorang pemimpi yang selalu lari dari
kenyataan
Tenggelam dalam kerapuhan dan terus larut dalam
kesedihan
Aku hanyalah seorang pecundang yang takut akan rin
tangan dan kekalahan
Yang kini mencoba merangkai mimpi dan harapan
Hari ini aku dalam tanyamu
menjadi jawab
meski garis finis tak lagi genap separuh langkah
tarungku tak berkalung medali
aku mengevalusai durasi
dalam bingkai masa yang pasti
ternyata banyak mimpi hanya bisik- berisik belaka
karena bangkit yang tertunda mencipta petaka
Setapak demi setapak telah kutempuh
Penuh suka, duka, semangat dan peluh
Kini ku ingin kembali
Meniti hidup bersama orang yang kucintai
Langkah demi langkah telah kupijakkan
Berhias rintangan dan perjuangan