sahabat adalah insan yang membuatmu lebih berarti
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Mistik di Balik Penemuan Pedang Berlapis Emas di Aceh
- Penulis :
- Kontributor Kompas TV, Raja Umar
- Jumat, 15 November 2013 | 09:39 WIB

Warga memotret pedang kuno di kantor Geuchik Gampong Pande, Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (13/11/2013). Dua bilah pedang berlapis emas dan bertuliskan Shaver Cool VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) ditemukan warga yang sedang mencari koin emas di Kuala Krueng Geudong Gampong. | SERAMBI INDONESIA / M ANSHAR
Hujan Deras 4 Jam, Puluhan Desa di Aceh Direndam Banjir Hingga 1,5 Meter
Feri Fernandes - detikNews
Masya Allah...Kebakaran Besar Landa Pijay

SERAMBI/ABDULLAH GANI
Sebanyak
19 unit rumah di Desa Teungoh Panteraja, Pijay, Rabu (8/8) hangus
dilalap api. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
* Di Bireuen, Tiga Ruko Hangus
MEUREUDU - Gampong Teungoh Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Rabu (8/8) siang berubah layaknya lautan api yang berkobar dan menghanguskan 22 rumah milik warga setempat. Sedangkan di Bireuen, tiga toko lantai dua di Jalan Cut Nyak Dhien, juga ludes dimangsa si jago merah menjelang buka puasa, kemarin.
Dari Pijay dilaporkan, kebakaran besar yang menghanguskan 22 rumah tersebut terjadi menjelang shalat zuhur atau sekitar pukul 12.30 WIB. Tak ada korban jiwa namun hampir seluruh harta benda milik korban tak bisa diselamatkan.
MEUREUDU - Gampong Teungoh Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Rabu (8/8) siang berubah layaknya lautan api yang berkobar dan menghanguskan 22 rumah milik warga setempat. Sedangkan di Bireuen, tiga toko lantai dua di Jalan Cut Nyak Dhien, juga ludes dimangsa si jago merah menjelang buka puasa, kemarin.
Dari Pijay dilaporkan, kebakaran besar yang menghanguskan 22 rumah tersebut terjadi menjelang shalat zuhur atau sekitar pukul 12.30 WIB. Tak ada korban jiwa namun hampir seluruh harta benda milik korban tak bisa diselamatkan.
Kabupaten Bireuen Potensial Jadi Kota Perdagangan dan Jasa
Bireuen — Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan,
dari letak geografis yang sangat strategis, Kabupaten Bireuen sangat
memungkinkan berkembang menjadi sebuah kota perdagangan dan jasa di
wilayah tengah Propinsi Aceh, tentunya jika mampu dikelola dengan baik.
Pelantikan dihadiri Plh Bupati Bireuen Muzakkar A Gani SH MSi dan
sejumlah pejabat Muspida Bireuen, pejabat dari sejumlah kabupaten/kota,
pejabat Pemkab Bireuen dan sekitar 2.000 masyarakat dari berbagai
kalangan termasuk para mantan kombatan GAM dan simpatisan Partai Aceh.
Gubernur dalam sambutannya menyampaikan sejumlah pesan kepada Ruslan
M Daud dan Mukhtar Abda, antara lain agar kepala daerah menjadi milik
semua masyarakat, bukan milik partai pengusung.
“Tingkatkan kedewasaan dan sikapilah perbedaan pada Pilkada Bireuen
yang baru lalu sebagai hal yang wajar. Ajaklah semua pihak yang dulunya
berbeda pandangan dalam pilkada untuk kembali bersatu dan bersama-sama
dalam membangun Kabupaten Bireuen supaya lebih maju,” katanya.
Berita Bajir
Pidie Jaya Dikepung Banjir
23/12/2011 - 21:00 WIB
PIDIE JAYA | ACEHKITA.COM — Hujan deras mengguyur Pidie Jaya
sejak siang tadi menyebabkan daerah itu dilanda banjir. Desa-desa di
Kecamatan Ulim, Bandar Dua dan Meurah Dua tergenang akibat luapan sungai
yang tak mampu menampung air, Jumat (23/12).
Di Ulim, Gampong yang tergenang diantaranya Bale Ulim, Nangroe Barat, Nanggroe Timu, Meunasah Pupu, Meunasah Krueng, Blang Usi, Reuluet dan Dayah Baroh.
Sejumlah warga yang rumahnya tergenang kini mengungsi ke tempat-tempat saudaranya dan meunasah.
Menurut Sabri (30), warga Ulim, di beberapa lokasi genangan air mencapai sepinggang orang dewasa.
“Di Meunasah Krueng, Nangroe dan Bale Ulim malah air mengenangi badan jalan Banda Aceh-Medan. Sawah-sawah sudah jadi laut, tidak kelihatan lagi,” katanya saat dihubungi acehkita.com.
Di Bandar Dua, Keude Ulee Gle tak luput dari genangan. Arif (27) warga Ulee Gle menyebutkan, air ikut masuk ke dalam toko-toko di Jalan Rencong dan Jalan Veteran. Sementara Gampong Adan, Meugit, Babah Krueng juga tergenang akibat luapan Krueng Kiran dan Krueng Ulim.
Hal yang sama juga menimpa desa-desa di Kecamatan Meurah Dua. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
“Hujan belum reda, listrik Alhamdulillah masih hidup,” ujar Sabri. []
Di Ulim, Gampong yang tergenang diantaranya Bale Ulim, Nangroe Barat, Nanggroe Timu, Meunasah Pupu, Meunasah Krueng, Blang Usi, Reuluet dan Dayah Baroh.
Sejumlah warga yang rumahnya tergenang kini mengungsi ke tempat-tempat saudaranya dan meunasah.
Menurut Sabri (30), warga Ulim, di beberapa lokasi genangan air mencapai sepinggang orang dewasa.
“Di Meunasah Krueng, Nangroe dan Bale Ulim malah air mengenangi badan jalan Banda Aceh-Medan. Sawah-sawah sudah jadi laut, tidak kelihatan lagi,” katanya saat dihubungi acehkita.com.
Di Bandar Dua, Keude Ulee Gle tak luput dari genangan. Arif (27) warga Ulee Gle menyebutkan, air ikut masuk ke dalam toko-toko di Jalan Rencong dan Jalan Veteran. Sementara Gampong Adan, Meugit, Babah Krueng juga tergenang akibat luapan Krueng Kiran dan Krueng Ulim.
Hal yang sama juga menimpa desa-desa di Kecamatan Meurah Dua. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
“Hujan belum reda, listrik Alhamdulillah masih hidup,” ujar Sabri. []
INDIGO
Anak-Anak Dengan Kemampuan Luar Biasa Dari Berbagai Belahan Dunia
Posted on Juni 17, 2011 by r3fin3
Massa Tuntut Tunda Pilkada, Dewan Setuju
Massa Pendukung MoU-UUPA Demo Tuntut Tunda Pilkada
Sekitar seribuan massa dan anggota Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA)
Pidie berdemo menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Pemkab
dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) di Pidie agar menunda Pilkada,
Kamis (20/10). Tiga pernyataan sikap mereka disetujui.
Tim Kabupaten Nilai Metode Mengajar Guru
Senin, 14 November 2011 09:40 WIB
BIREUEN – Penilaian guru dari
berbagai jenjang di Bireuen khususnya menyangkut metode mengajar pakem
(pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan) yang biasanya dilakukan
kepala sekolah, nantinya akan dilakukan tim assesor dari kabupaten. Tim
penilai terdiri dari berbagai komponen hasil pelatihan yang dilakukan
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Banda Aceh.
Teroris Masuk Aceh
Untuk itu, diharapkan masyarakat mewaspadai bila mengetahui ada pendatang baru yang masuk dilingkungan sekitar tempat tinggal.
Non Cap Halal, Makanan Impor Beredar
Polisi Angkat 20 Warga dari Lapak Judi
Senin, 14 November 2011 08:43 WIB

Sebanyak
20 orang pemain berbagai jenis judi ditangkap Polres Bireuen selama
empat hari, mereka sedang di aula Mapolres Bireuen bersama Kasat Reskrim
Iptu Benny Cahyadi (tengah posisi duduk di depan barang bukti).
BIREUEN – Jajaran Polres Bireuen
selama empat hari terakir menangkap 20 orang warga dari lapak judi di
sejumlah tempat, dan kini diinapkan di Mapolres Bireuen untuk proses
lebih lanjut.
Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Benn Cahyadi, Minggu (13/11) mengatakan, rombongan pertama ditangkap di kawasan Cureh, Kota Juang Bireuen berjumlah enam orang, mereka terlibat judi joker dan batu domino.
Kemudian di Samalanga sebanyak enam orang pemain judi togel. Seterusnya di Kota Juang dua orang pemain judi togel, dua lainnya terlibat judi bola. “Dua orang berikutnya ditangkap di Kantor Penyuluh Pertanian di Cot Keutapang Jeumpa judi joker dan dua orang lainnya di kawasan Kota Bireuen, seluruhnya 20 orang ditangkap sejak Kamis malam hingga Senin (13/11) dinihari kemarin,” kata Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi.
Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Benn Cahyadi, Minggu (13/11) mengatakan, rombongan pertama ditangkap di kawasan Cureh, Kota Juang Bireuen berjumlah enam orang, mereka terlibat judi joker dan batu domino.
Kemudian di Samalanga sebanyak enam orang pemain judi togel. Seterusnya di Kota Juang dua orang pemain judi togel, dua lainnya terlibat judi bola. “Dua orang berikutnya ditangkap di Kantor Penyuluh Pertanian di Cot Keutapang Jeumpa judi joker dan dua orang lainnya di kawasan Kota Bireuen, seluruhnya 20 orang ditangkap sejak Kamis malam hingga Senin (13/11) dinihari kemarin,” kata Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi.
Kenali Petugas Pajak ke Rumah Anda
* Wajib Pajak Menolak Didata Akan Ditindak
BANDA
ACEH - Petugas Sensus Pajak Nasional (SPN) saat ini terus mendatangi
Wajib Pajak (WP) untuk pemutakhiran data. Anda sebagai WP khawatir
didatangi petugas gadungan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak (Kakanwil DJP) Aceh, Muhammad Haniv, menyebutkan beberapa cara
untuk mengenali petugas SPN.
MUSEUM TSUNAMI ACEH
Museum Tsunami Aceh
adalah sebuah Museum untuk mengenang kembali pristiwa tsunami yang maha
daysat yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember
2008 yang menelan korban lebih kurang 240,000 0rang.

Gedung Museum Tsunami Aceh
dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yang sekaligus merangkap
panitia. Di antaranya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias
sebagai penyandang anggaran bangunan, Departemen Energi dan Sumber Daya
Mineral (DESDM) sebagai penyandang anggaran perencanaan, studi isi dan
penyediaan koleksi museum dan pedoman pengelolaan museum), Pemerintah
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)sebagai penyedia lahan dan pengelola
museum, Pemerintah Kotamadya Banda Aceh sebagai penyedia sarana dan
prasarana lingkungan museum dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)cabang NAD
yang membantu penyelenggaraan sayembara prarencana museum
KISAH PENGUMPUL HIKAYAT YANG TERCECER
JEJERAN kitab kuno tersusun rapi di atas meja di ruang tamu. Warnanya tak lagi utuh. Lembaran kitab kuno yang tadinya berwarna putih, kini kecoklatan, dimakan usia. Luffat al Tullab, nama salah satu kitab kuno itu. Kitab karangan Syeikh Zakaria Ansari ditulis pada abad 16 masehi. Sisi terluar kitab kuno itu sobek, dimakan rayap. Manuskrip kuno tulisan tangan Syeikh Zakaria itu berisikan pelbagai macam topik, mulai dari hukum Islam, cara berjihad, seni dan sastra, sejarah, hingga pengobatan.
Bulan Purnama Besar Malam 19 Maret 2011
Fenomena alam luar biasa akan terjadi pada
tanggal 19 Marety 2001 ini. Bulan purnama besar (super moon) akan
terjadi akibat jarak bulan dan bumi sangat dekat dibanding biasanya.
Warga yang tinggal di sekitar pantai seperti Jakarta Utara agar lebih
berhati-hati karena bisa terjadi rob yang lebih besar dibanding
biasanya.
BENCANA BANJIR BANDANG TANGSE KAB. PIDIE
Akibat longsor dan banjir bandang yang terjadi di
kawasan Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (11/3),
menyisakan derita bagi warga di pedalaman lereng pengunungan itu.
Kawasan yang paling parah dilanda bencana itu di antaranya Desa Layan, Peunalom Sa, Peunalom Dua, Sarah Panyang, Blang Bungong, Alue Badeuk, Ulee Gle Balang Jeurat, dan Keude Tangse. Untuk menembus lokasi banjir, harus berjalan kaki menebus lumpur, batang kayu, dan batu besar sekitar 6 kilometer dari ibu kota Kecamatan Tangse.
Informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian, Jumat, sekitar 300 rumah penduduk hancur dan hanyat terbawa banjir bandang. Hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 13 korban jiwa berhasil ditemukan keluarga dan bantuan relawan kemanusiaan.
Bahkan infomasi lain menyebutkan jumlah korban yang meninggal hingga menjelang malam sudah mencapai 26 orang. Di Desa Sarah Panyang, ada satu keluarga dengan jumlah koban meninggal lima orang.
Mereka masing-masing bernama Itam Ahmad (kakek), Hasbi (ayah), Safrina (kakak), 13, Yasir (kakak sepupu), 12, Kaizir (kakak), 17. Korban selamat dari anggota keluarga itu adalah Nurul, 5, dan seorang lagi kakak laki-lakinya.
Adapun jumlah korban luka yang harus dirawat jalan dan rawat inap di Puskesmas Kecamatan Tangse, mecapai 50 orang. Ratusan korban banjir yang masih selamat sekarang mengungsi ke luar lokasi itu dalam tenda darurat yang dibangun di desa sekitar dan sebagian tinggal ke tempat famili.
Kawasan yang paling parah dilanda bencana itu di antaranya Desa Layan, Peunalom Sa, Peunalom Dua, Sarah Panyang, Blang Bungong, Alue Badeuk, Ulee Gle Balang Jeurat, dan Keude Tangse. Untuk menembus lokasi banjir, harus berjalan kaki menebus lumpur, batang kayu, dan batu besar sekitar 6 kilometer dari ibu kota Kecamatan Tangse.
Informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian, Jumat, sekitar 300 rumah penduduk hancur dan hanyat terbawa banjir bandang. Hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 13 korban jiwa berhasil ditemukan keluarga dan bantuan relawan kemanusiaan.
Bahkan infomasi lain menyebutkan jumlah korban yang meninggal hingga menjelang malam sudah mencapai 26 orang. Di Desa Sarah Panyang, ada satu keluarga dengan jumlah koban meninggal lima orang.
Mereka masing-masing bernama Itam Ahmad (kakek), Hasbi (ayah), Safrina (kakak), 13, Yasir (kakak sepupu), 12, Kaizir (kakak), 17. Korban selamat dari anggota keluarga itu adalah Nurul, 5, dan seorang lagi kakak laki-lakinya.
Adapun jumlah korban luka yang harus dirawat jalan dan rawat inap di Puskesmas Kecamatan Tangse, mecapai 50 orang. Ratusan korban banjir yang masih selamat sekarang mengungsi ke luar lokasi itu dalam tenda darurat yang dibangun di desa sekitar dan sebagian tinggal ke tempat famili.
Langganan:
Postingan (Atom)



