- Adakah taubat bagi dirinya yang pernah melakukan zina berulang kali?
- Apakah dosanya bisa dihapuskan dengan amal-amal fardlu saja dan shadaqah ataukah dia harus melaksanakan ibadah haji untuk menghapuskan dosa besar yang pernah diperbuatnya?
- Apakah boleh seorang wanita pezina untuk membaca Al-Qur’an sesudah berniat untuk bertaubat?
- Dan ketika sudah bertaubat lalu menikah, apakah haram dia menutupi dan tidak menceritakan masa kelamnya itu kepada suaminya? Dan ketika dia hidup bersama pasangannya dengan kondisi seperti itu tidakkah itu termasuk membohongi pasangan?
sahabat adalah insan yang membuatmu lebih berarti
Tampilkan postingan dengan label REALIGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REALIGI. Tampilkan semua postingan
Murottal lengkap 114 surat beserta terjemahan dalam bahasa indonesia

Murottal Dan Terjemahan Al Quran – Syaikh Masyiri Al Afasi
PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI RA TENTANG PENDIDIKAN AKHLAQ
PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI RA TENTANG PENDIDIKAN AKHLAQ
=============================================
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta
ABSTRAK
Beberapa tahun yang lalu tepatnya tanggal 12-15 Met 1997 kita mengalami kejadian yang dahsyat sepanjang pemerintahan orde baru, jatuhya rejim penguasa orba ternyata banyak sekali memakan korban bangsa ini, hal itu sangat naif jika di tinjau dari sudut pandang pendidikan. Berdasar pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah: Bagaimana pemikiran al-Ghazali tentang pendidikan akhlak?. Dalam penelitan ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana konsep Pendidikan Akhlak Menurut Imam al-Ghazali.
Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif analitik. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sesuatu yang menetap dalam jiwa dan muncul dalam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran terlebih dahulu. Akhlak bukanlah perbuatan, kekuatan, dan ma'rifah. Akhlak adalah "haal" atau kondisi jiwa dan bentuknya bathiniah
AL-AKHLAQ AL-MADZMUMAH
Akhlak Tercela
AL-AKHLAQ AL-MADZMUMAH
1. Zalim
“Zalim” biasanya dikontraskan dengan “adil”. Karenanya dengan mempelajari bahasan “adil” dalam al-Akhlaq al-Karimah
kita sudah bisa menangkap makna “zalim”. Keduanya selalu mempunyai arti
yang berlawanan. Dalam bahasa Inggris “zalim” biasanya diartikan dengan
injustice atau ketidakadilan. Walaupun, “zalim” dalam istilah
al-Qur’an bukan satu-satunya yang menunjuk pada makna ketidakadilan.
Dalam al-Qur’an kata ”zalim” dengan berbagai derivasinya disebut
sebanyak 315 kali. Ini menunjukkan bahwa kata ini merupakan salah satu
konsep sentral dalam al-Qur’an. Toshihiko Izutsu, sebagaimana dikutip
dawam Rahardjo, menyatakan bahwa merupakan
varian dari sikap dan perilaku kufur atau ingkar. merupakan segi atau
dimensi kekufuran. Sebagaimana konsep “adil”, yang bersifat
multidimensional, zalim juga mempunyai cakupan makna yang cukup luas.
Pertama, kezaliman atau ketidakadilan menyangkut masalah hak, yaitu
apakah seseorang memperoleh haknya atau tidak. Kezaliman terjadi bila
hak-hak seseorang diingkari atau dilanggar. Pengertian ini dapat ditarik
dari firman Allah dalam surat Taha, 20: 112;
AKHLAK TERPUJI DAN AKHLAK TERCELA DALAM HUBUNGAN DENGAN KEHIDUPAN BERBANGSA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Kata Pengantar
Keberhasilan Rasulullah Saw dalam menyebarkan agama Islam benar-benar
mengagumkan. Hanya dalam waktu kurang dari 25 tahun beliau berhasil
mengubah masyarakat jahiliah yang sangat dekaden menjadi masyarakat yang
berperadaban tinggi dan sangat disegani bangsa-bangsa di sekitarnya.
Beliau berhasil menegakkan suatu negara yang oleh sosiolog modern
seperti Robert M. Bella diakui sebagai negara yang boleh disebut sebagai negara modern.
Konstitusinya
yang dikenal dengan Piagam Madinah (Al-Shahifah Al-Madinah) dipandang
oleh Cak Nur (Dr. Nurcholish Madjid) mirip dengan Undang-Undang Dasar
1945 yang mengatur suatu masyarakat majemuk. Kemudian,
tidak lebih dari 200 tahun bangsa Arab telah menjadi satu-satunya super
power di dunia saat itu, tidak saja dalam bidang politik, tetapi juga
dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga abad 18, karya-karya kaum
Muslim zaman Abbasiah dipelajari dan dijadikan referensi di berbagai
perguruan tinggi Eropa. Oleh karena itu, para sejarawan dan ahli-ahli
dalam berbagai disiplin ilmu, baik dari kalangan Islam sendiri maupun
dari luar Islam, terus-menerus mempelajari sejarah hidup Rasulullah saw.
Mereka yakin, di dalam dakwah Rasulullah saw., terdapat kunci-kunci
sukses yang dapat diteladani dan direaktualisasikan di zaman modern.
Dengan semangat seperti itulah tulisan ini disajikan.
GURU AGAMA DAN PEMBINAAN AKHLAK SISWA
A. Pengertian Guru Agama
Guru agama atau pendidik ialah: orang yang memikul tanggung jawab
untuk membimbing. Guru tidak sama dengan pengajar, sebab pengajar itu
hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada murid. Prestasi yang
tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pengajar apabila ia berhasil
membuat pelajar memahami dan menguasai materi pelajaran yang diajarkan
kepadanya. Tetapi seorang pendidik bukan hanya bertanggungjawab
menyampaikan materi pengajaran kepada murid saja tetapi juga membentuk
kepribadian seorang anak didik bernilai tinggi.[1]
Kumpulan Makalah
Khilafah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam)
Perkembangan Islam di Spanyol
pemikiran pembaharuan islam dari Jamaluddin
pemikiran pembaharuan islam dari Ali Syariati
Perkembangan Islam di Spanyol
pemikiran pembaharuan islam dari Jamaluddin
pemikiran pembaharuan islam dari Ali Syariati
Makalah Tarekat Naqsabandiyah
Menurut Harun Nasution tarekat
adalah jalan yang harus ditempuh seorang murid agar berada sedekat mungkin
dengan Tuhan di bawah bimbingan seorang guru Mursyid.
Sedangkan dalam terminology sufistik, tarekat
adalah jalan atau metode khusus untuk mencapai tujuan spiritual.
Makalah Tarekat Maulawiyah Dan Perkembanganya di Dunia Islam
Tarekat
(thariqah), yang secara harfiyah berarti jalan kecil, yang memiliki dua
pengertian yang berbeda, tapi tetap berhubungan. Yang pertama, tarekat
dimengerti sebagai perjalanan spiritual menuju Tuhan. Yang kedua, tarekat
dipahami sebagai “persaudaraan“ atau ordo spiritual yang biasanya merupakan
perkumpulan spiritual yang dipimpin oleh seorang guru (mursyid), dan para
khalifahnya.
Makalah Tarekat Syattariyah
A.
Pengertian dan Sejarah Tarekat
Syattariyah
Tarekat menurut pandangan para ulama’ Muthasawwifin, yaitu jalan atau
petunjuk dalam meleksanakan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh
Rosullullah SAW dan yang dicontohkan oleh beliau dan para sahabatnya serta para
tabi’in, Tabi’it tabi’in dan terus bersambung sampai kepada para guru-guru,
ulama’, Kyai-kyai secara bersambung hingga pada masa sekarang ini.[1]
Panduan Sholat Tarawih
|
|
|
Dari
Aisyah bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu malam (di bulan Ramadhan)
mendirikan sholat, lalu datang orang-orang pada berikutnya (ingin sholat
bersama beliau). Kemudian datanglah malah ketiga atau keempat dan
orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar. Saat pagi
datang beliau bersabda:"Aku telah melihat yang kalian lakukan, dan aku
tidak keluar karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada
kalian". (H.R. Muslim).
Dari
Abdurrahman bin al-Qari berkata" suatu malam di bulan Ramadhan aku
berjalan bersama Umar bin Khattab melihat-lihat masjid, lalu beliau
melihat orang-orang berbeda-beda dalam mendirikan sholat (sunnah),
sebagian sholat sendiri, sebagian sholat bersama kelompok kecil. Lalu
Umar berkata: "Aku melihat seandainya mereka dikumpulkan di belakang
satu qari (pembaca Qur'an) tentu lebih baik. Lalu beliau menganjurkan
agar semua sholat di belakang Ubay bin Ka'ab. Kemudian aku
keluar bersama Umar pada malam lain dan orang-orang sudah sholat
berjamaah di belakang imam satu, lalu Umar berkata:"Inilah sebaik-baik
bid'ah, dan sholat yang mereka tinggalkan untuk tidur tetap lebih baik
dibandingkan dengan sholat yang mereka dirikan" (maksudnya sholat malam
di akhir malam lebih utama dibandingkan dengan sholat di awal waktunya).
R. Bukhari dan Muslim.
|
Bagaimana Cara Bertaubat dari Zina
Ada seorang wanita menyampaikan pertanyaan seputar taubat dari zina
yang pernah dia lakukan. Berikut beberapa bunyi pertanyaannya:
Jilbab (Pakaian Wanita Islam)

Di
antara kewajiban orang Islam adalah berpakaian sebagaimana
diperintahkan oleh Alloh dan RosulNya. Alloh Yang Maha Kuasa telah
memerintahkan wanita beriman untuk mengulurkan jilbab mereka pada tubuhnya. Dia berfirman:
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Hai Nabi katakanlah
kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. (QS. 33:59)
Dari ayat ini kita mengetahui bahwa wanita wajib mengenakan jilbab. Jilbab yaitu: pakaian
luar wanita semacam mukena/rukuh, yang dikenakan dari atas menutupi
sebagian besar tubuhnya. Adapun sifat-sifat jilbab/pakaian wanita adalah
sebagai berikut:
Langganan:
Postingan (Atom)



